Setelah sebelumnya saya mempostig cara berhijab yang benar menurut islam, kali ini saya akan memposting Azab allah untuk wanita yang tidak berhijab, Posting ini saya terbitkan hanya untuk berbagi sesama umat muslim, semoga sahabat yang membaca dirahmati allah.
Baiklah, Langsung ke pokok pembahasan tentang Azab berupa penyakit yang diberikan allah untuk wanita yang tidak berhijab,
Seperti sabda Rasullullah Saw :
"Para wanita yang berpakaian
tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti
punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak
harumnya." (HR. Abu Daud)
Hadist tersebut cukup menerangkan bagaimana hukuman seorang muslimah jika tidak menggunakan hijab, mereka tidak akan masuk surga, bahkan mencium bau surga pun mereka tidak di izinkan.
Kemudian Rasullullah bersabda :
"Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
Hadist diatas menjelaskan bahwa, jika seorang muslimah menjalankan shalat namun ia tetap tidak berhijab maka tidak diterima shalatnya itu, hal ini menunjukkan betapa pentingnya hijab untuk umat islam khususnya wanita.
Bahkan secara mengejutkan, sebuah penelitian ilmiah kontemporer menemukan bahwa perempuan yang tidak berjilbab atau menggunakan pakaian yang ketat, transparan, maka ia akan mengalami berbagai penyakit seperti kanker ganas di sekujur tubuhnya yang terbuka.
Penelitian tersebut bukanlah isapan jempol belaka, sebuah majalah kedokteran inggris melansir beberapa fakta berkaitan dengan penelitian tersebut, Kanker ganas Milanoma pada usia dini, semakin hari semakin bertambah sampai ke ujung kaki, Sahabat harus tau penyebab penyakit ini , yaitu mereka yang menggunakan pakaian ketat yang di gunakan oleh wanita diterik matahari setelah bertahun tahun. Hal ini terjadi hampir sama dengan keadaan wanita pendurhaka ( Orang Kafir Arab ) yang di da'wahi oleh Rasullullah Saw, Allah pernah Berfirman :
"Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." (QS. Al-Anfaal:32)
Sahabat bisa saja tidak percaya dengan kejadian diatas, namun sahabat tidak bisa menghindar karna hal itu adalah nyata. Sahabat bisa membayangkan, hal diatas adalah azab allah di dunia, Lalu bagaimana azab allah ketika di akhirat ? Hanya allah yang tau.
Sebagian remaja ataupun wanita ditanya mengapa mereka tidak mengenakan jilbab, dan inilah jawaban 10 mereka :
1. Jilbab tidak menarik.
Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang. Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai dirinya.
2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab.
Jawabnya adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk dalam durhaka kepada-Nya.
3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain.
Jawabannya, orang yang mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami.
Atau (kedua) karena dia cuma alasan saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.
4. Karena merasa gerah dan panas.
Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang udaranya lebih panas saja mampu mengenakan pakaian Islami, mengapa di negara lainnya tidak? Dan orang yang merasa gerah dan panas mengenakan pakaian Islami, mereka tidak menyadari tentang panasnya api neraka bagi orang yang membuka aurat.
Syetan telah menggelincirkan, sehingga mereka terasa bebas dari panasnya dunia, tetapi mengantarkannya kepada panas api neraka.
5. Takut tidak istiqamah.
Mereka melihat contoh wanita muslimah yang kurang baik ‘Buat apa mengenakan jilbab sementara, Cuma pertama saja rajin, nanti juga dilepas’. Jawabannya adalah mereka mengambil sample (contoh) yang tidak cocok, bukan wanita yang ideal (yang istiqamah) menjalankannya. Ia mengatakan hanya untuk menyelamatkan dirinya. Dan ia tidak mau mengenakan jilbab karena takut tidak istiqamah. Kalau saja semua orang berfikir demikian, tentunya mereka akan meninggalkan agama secara keseluruhan. Orang tidak akan shalat sama sekali karena takut tidak istiqamah, begitu pula puasa dan ibadah lainnya.
6. Takut tidak "laku", jadi selama ia belum menikah, maka ia tidak mengenakan jilbab.
Jawabannya, adalah ucapan itu sebenarnya bukan hal yang sebenarnya. Justru berakibat buruk pada dirinya sendiri. Sesungguhnya pernikahan adalah nikmat dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sebagian besar orang sudah meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan permainan bagi laki-laki iseng.
Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu kebodohan.
7. Menampakkan anugerah tubuh yang indah atau ingin menghargai kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.
Jawabnya menghargai atau bersyukur itu dengan porsi yang benar. Bersyukur itu dengan mengahrgai perintah-Nya, yakni menjaga aurat, bukan dengan mengobralnya.
8. Belum mendapat hidayah, jilbab itu ibadah.
Jika Allah memberi hidayah, pasti kami akan mengenakannya.
Jawabnya, Allah menciptakan segala sesuatu itu ada sebab-sebabnya. Misalnya orang yang sakit jika ingin sembuh hendaknya menempuh sebab-sebab bagi kesembuhannya. Adapun sebab yang harus ditempuh adalah berikhtiar dan berobat. Sebab orang kenyang karena makan, dsb. Maka demikian pula orang yang ingin mendapatkan hidayah itu harus menempuh sebab-sebab datangnya hidayah yakni dengan mematuhi perintah-Nya mengenakan jilbab.
9. Belum waktunya.
Sebagian ada yang berkata bahwa mengenakan jilbab itu harus tepat waktunya, misalnya karena masih anak-anak atau masih remaja. Ada yang akan mengenakannya jika sudah tua. Atau jika sudah menunaikan ibadah haji.
Jawabnya adalah alasan mengulur-ulur waktu itu hanyalah sebagai sekedar dalil pembenaran saja. Itu sama artinya dengan orang yang menunda-nunda shalat, menunggu sampai ia berusia tua. Apakah kita tahu kapan kita akan meninggal dunia? Sedangkan mati itu tidak mengenal usia, tua maupun muda.
10. Tidak mau dianggap sebagai orang yang mengikuti golongan tertentu.
Jawabannya, bahwa anggapan ini karena dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau karena dibuat-buat untuk menutupi diri agar tidak dituduh melanggar syari’at. Sesungguhnya di dalam Islam itu hanya ada dua golongan, yaitu golongan Hizbullah, golongan yang senantiasa menaati perintah Allah dan golongan Hizbus Syaithan, yakni golongan yang melanggar perintah Allah.
Sumber : http://imamndeffy.blogspot.com/2010/08/banyak-alasan-kenapa-wanita-enggan.html
Rasululloh SAW bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka
yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam
cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang
berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang
bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya.
Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Pernah melihat wanita seperti hadist diatas, ya banyak sekali wanita seperti itu di dunia ini, mereka yang berkata mengikuti Trend jaman sekarang, menggunakan celana pendek dan berpakaian lengan pendek padahal mereka tau bahwa seorang wanita Muslimah haruslah menggunakan hijab.
Sahabat pasti tau tanda kiamat dimana matahari terbit di Barat dan tenggelam di Timur, hal ini dapat digambarkan dari tingkah manusianya, Bisa kita lihat sulit mencari wanita berhijab di timur, namun sebaliknya di Barat tidak sulit mencari Muslimah berhijab.
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’”
Al Qur'an Surah Annur (24):31 diatas cukup tegas mengharuskan wanita muslimah menggunakan Hijab untuk menutup Auratnya dan menahan pandangan dari segala sesuatu yang di haramkan oleh allah swt, serta perintah untuk menjaga kemaluannya dari perbuatan yang haram.
Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya seraya berkata:
"Hai Asma, seseungguhnya jika
seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak
terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan." (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
Hadist tersebut menjelaskan bahwa seorang wanita harus menutup seluruh tubuhnya kecuali Wajah dan telapak tangan. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk seorang wanita menutup auratnya.
Berikut Hal yang menjelaskan Bahwa wanita wajib berhijab.
Seperti yang kita ketahui sahabat, sesuatu yang WAJIB bila dikerjakan akan mendapat pahala, dan bila tidak di kerjakan akan menuai dosa.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu melakukan
tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu…” (Qs.
Al-Ahzab: 33).
Tabarruj adalah perilaku mengumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yang
wajib untuk ditutup.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).
Hadis Rasululloh SAW, bahwasanya beliau bersabda:
Baiklah sahabat, Sekian posting kali ini semoga bermanfaat ya, Amin
“Ada dua golongan penghuni neraka
yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam
cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang
berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang
bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya.
Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Hadist ini menjelaskan pedihnya hukuman untuk Wanita yang tidak menggunakan hijab.
Ambillah hal positif dari berhijab, Misalnya : Orang orang ( Laki laki ) akan segan melihat Wanita berhijab maka ia tidak berani main main dengan wanita tersebut, Mengurangi resiko pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita, dan sebagainya.
Sahabat haruslah ingat, sesuatu yang dilarang allah adalah sesuatu yang tidak baik untuk kita. Jadi mulai hari ini berjanjilah pada diri sahabat untuk berubah, karna lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, kita tidak tau kapan ajal menjemput, Mungkin besok, Bulan depan, tahun depan, saya hanya berdoa semoga kita masih sempat untuk berubah sebelum maut datang kepada kita
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabbarrakatuh

Terimakasih infonya sangat membantu
ReplyDeleteSalam Aqidah Jogja